Memahami Landing Page & Cara Mudah Membuatnya

Landing Page menjadi salah satu kata kunci yang paling sering dicari di internet. Tidak mengherankan, karena landing page dianggap sebagian pakar marketing online sebagai salah satu ujung tombak dalam keberhasilan pemasaran melalui internet. Apa sih Landing Page itu ?.

Jika diterjemahkan secara letterlijk landing page berarti “halaman pendaratan”. Jadi ketika orang-orang berselancar di internet dan mengklik link (tautan) yang menuju ke alamat website, maka halaman yang pertama kali mereka lihat itulah landing page (halaman tempat mereka “mendarat” pertama kalinya-maka di sini digambarkan seperti pesawat udara yang mendarat di landasan pacu bandara/saat akan landing).

Landing Page pada dasarnya adalah halaman website. Lalu apa bedanya dengan halaman website pada umumnya ?. Landing Page sendiri dibuat dengan struktur yang unik, yang menggabungkan beberapa macam aspek yang kesemuanya akan membentuk sebuah halaman website yang bertujuan untuk mengarahkan pengunjung website pada suatu tindakan tertentu di website.

Landing Page sering dikaitkan dengan halaman promosi dari sebuah website. Landing Page dianggap sebagai ujung tombak penawaran online karena ketika pengunjung diarahkan ke halaman website tersebut (Landing Page) diharapkan pengunjung mengambil suatu tindakan.

Tindakan yang diharapkan dari pengunjung bisa bermacam-macam bentuknya. Mulai dari mendownload suatu penawaran gratis, berlangganan produk, meminta brosur, sampai dengan pembelian produk yang ditawarkan di website tersebut.

Landing Page berbeda dengan halaman website pada umumnya, yang seringkali memberikan anda begitu banyak pilihan. Biasanya, landing page hanya memfokuskan pada suatu tindakan tertentu. Apabila si pembuat website ingin menawarkan suatu produk kepada anda, maka dia akan membuat landing page yang khusus diperuntukkan untuk promosi produk tersebut. Tidak ada produk lainnya.

Jadi, dari awal dibuat, Landing Page biasanya memang benar-benar dibuat dengan tujuan yang spesifik. Landing Page biasanya dibuat dengan aturan yang kompleks mulai dari awal halaman hingga akhir halaman. Semua konten di dalam Landing Page dibuat dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Struktur pembuatannya biasanya hampir-hampir mirip antara satu Landing Page yang satu dengan Landing Page yang lain.

Struktur Landing Page biasanya sudah mengikuti kaidah-kaidah yang biasanya diterapkan pada Landing Page yang dianggap berhasil (proven). Dalam pemasaran (marketing), ketika kita bicara tentang pemasaran yang berhasil, maka pasti dilihat seberapa besar konversi dan hasil diperoleh dengan metode pemasaran tersebut.

Dari banyaknya Landing Page yang ada di internet dan berhasil menghasilkan konversi yang baik kemudian dilihat ada suatu kesamaan struktur. Selanjutnya struktur Landing Page ini mulai diterapkan dan diikuti oleh marketer-marketer yang memang fokus pada pembuatan landing page.

Bagaimana membuat Landing Page yang menarik ?.

Headline Yang Powerfull

Headline itu seperti gerbang/pintu masuk. Keputusan pengunjung website (visitor) untuk melanjutkan atau tidak melanjutkan melihat keseluruhan Landing Page anda dari awal sampai akhir ada pada bagian Headline. Sebetulnya, ini berlaku pada promosi dalam bentuk apapun. Sama ketika jaman dulu anda menyebarkan brosur di jalan. Konon, orang hanya perlu waktu 3 detik untuk memutuskan apakah mereka akan membaca seluruh isi promosi pada brosur atau membuangnya di tempat sampah.

Headline yang gagal memikat pembaca dalam 3 detik, berarti akan menghabiskan dana promosi anda karena brosur anda akan diabaikan. Demikian juga Headline di Landing Page. Hal pertama kali yang Pengunjung website anda lihat di Landing Page anda adalah Headline. Begitu Headlinenya tidak relevan dengan apa yang mereka cari, maka mereka akan langsung menutup halaman website anda (bounce).

contoh headline landingpage
contoh penggunaan headline, subheadline, dan call to action

Di atas adalah contoh penggunaan Headline. Contoh produknya adalah template landingpage. “Landingpage Kekinian Untuk Pebisnis Online” adalah Headline yang menjadi unggulan halaman tersebut. Ketika pengunjung website membaca Headline tersebut, mereka sudah paham bahwa halaman website tersebut menawarkan landingpage yang up to date dengan kondisi saat ini dan cocok untuk pebisnis online.

Kalau anda saat ini juga sedang berbisnis online, anda pasti mencari-cari pemasaran apa yang tepat agar produk anda bisa laris di pasar (internet). Hingga anda menemukan kata kunci “landingpage” setelah berselancar kesana kemari di internet. Kemudian anda mencari lebih jauh tentang landingpage dan anda menemukan halaman website tersebut. Ketika anda melihat Headline tersebut, apa yang anda rasakan ?. Sangat relevan dengan yang anda cari bukan ?.

Menulis sebuah Headline tidak bisa sembarangan. Kadang anda bahkan perlu menguji lagi dan lagi tentang headline mana yang menurut anda paling berhasil (menghasilkan konversi yang tinggi). Kadang diperlukan banyak waktu yang tidak sedikit. Tapi, percayalah. Headline yang powerful akan selalu memberikan keuntungan jangka panjang. Membuat headline hampir seperti mengasah gergaji untuk menebang pohon. Waktu yang anda gunakan untuk mengasah akan mempermudah langkah anda ke depannya.

Sub Headline Yang Memperkuat Headline

Ini menjadi satu kesatuan dengan Headline. Sub Headline akan memperjelas dengan lebih spesifik tentang apa yang ditawarkan dalam sebuah Headline. Dalam contoh di atas “Nikmati mudahnya membuat landingpage hanya drag & drop saja tanpa harus pusing memikirkan desain yang rumit“.

Setelah pengunjung website membaca Headline dan mengetahui halaman website tersebut adalah mengenai landingpage kekinian yang cocok untuk pebisnis online, maka pada bagian sub headline ditambahkan lagi kalimat yang memperjelas Headline.

Sub Headline tersebut di atas akan menjawab beberapa pertanyaan dari pengunjung website. Misalkan seperti “mengapa saya memerlukan landingpage ini ?” atau seperti “apa keuntungan memiliki landingpage ini ?”

Sub Headline harus dapat memastikan bahwa pengunjung website akan mendapatkan informasi yang relevan setelah Headline, memperjelas dan akan memberikan solusi lebih lanjut bagi pengunjung website. Pertanyaan seperti “Masalah apa yang bisa diselesaikan dengan landingpage ini ?” atau “Solusi apa yang bisa diberikan dari produk landingpage ini ?”. Hal ini agar pengunjung website dapat terus membaca keseluruhan halaman penawaran tersebut.

Dari Sub Headline di atas, kita tahu bahwa jika ada pengunjung website yang membuka halaman website itu dan merupakan seorang pebisnis online yang memang sedang mencari tahu tentang landingpage, maka penawaran itu memberi tahunya bahwa landingpage yang ditawarkan memiliki keunggulan.

Keunggulan yang dimaksud yaitu begitu mudah penggunaannya, dimana seseorang yang menggunakan landingpage tersebut hanya tinggal menggeser-geser mousenya (drag) dan meletakkannya di tempat yang pas (drop). istilah tinggal edit-edit copy paste saja. Tidak dibutuhkan keahlian teknis untuk membangun landing page. Dengan semua keunggulan tersebut, tentu saja penggunanya terbebas dari kerumitan membuat desain yang sangat memusingkan.

Berikan Call To Action

Setelah memberikan headline yang memikat dan relevan dengan pengunjung website, maka anda bisa langsung meletakkan call to action di bawah Sub Headline. Hal ini agar orang yang tertarik bisa langsung melakukan tindakan segera. Tindakan dalam contoh di atas dalah tindakan pembelian. Jadi, call to action yang digunakan adalah “Beli Sekarang” untuk langsung mengarahkan calon pembeli.

Untuk pengunjung yang baru berkunjung ke website anda, call to action yang disematkan pada bagian awal/Setelah Headline, mungkin bisa jadi masih rendah konversinya. Hal ini karena memang secara orang akan sangat jarang melakukan pembelian di awal. Pengunjung baru pastinya akan melihat-lihat dulu keseluruhan halaman penawaran di Landing Page tersebut, sebelum memutuskan melakukan pembelian.

Namun demikian, struktur seperti di atas, yaitu menempatkan call to action pada bagian awal landing page, sangat lazim dalam sebuah landing page. Oleh karena itu, efektivitasnya tidak perlu diragukan lagi. Hal ini mungkin dapat dipahami karena meskipun pengunjung baru website kemungkinan besar tidak akan melakukan pembelian di awal namun hal ini berkebalikan dengan calon pembeli yang kemungkinan sudah bolak balik melihat landing page itu.

Oleh karena itu, jika calon pembeli sudah yakin dengan apa yang ditawarkan, maka call to action pada bagian awal landing page tentu sangat membantu mereka sehingga tidak perlu susah payah menscroll jauh ke bawah landing page (apabila mereka sudah memutuskan akan melakukan pembelian).

Testimoni Yang Meyakinkan

Bagian ini sangat penting dalam Landing Page. Anda akan bisa melihat, banyak landingpage di luar sana yang hampir selalu memasukkan testimoni dalam landingpage mereka. Testimoni bisa “menyihir” pengunjung website anda. Testimoni yang meyakinkan tentu saja dibuat secara profesional dan tidak asal-asalan.

Contoh penggunaan testimoni

Testimoni yang profesional akan melibatkan orang-orang yang dianggap memiliki “Authority”. Authority di dalam bisnis online biasanya dikaitkan dengan seberapa besar daya tarik dari seseorang dalam mendapatkan kepercayaan orang lain (pelanggan/calon pembeli/pasar). Semakin tinggi “Authority” seseorang, maka semakin besar potensi Landing Page tersebut berhasil apabila orang tersebut dicantumkan testimoninya dalam landingpage.

Authority seseorang banyak dikaitkan dengan beberapa hal, namun yang paling umum adalah kompetensi/keahlian dari seseorang. Misalnya, apabila kita sedang berbicara tentang bisnis online, maka para expert di bidang bisnis online, akan memiliki authority yang tinggi jika namanya dimasukkan dalam testimoni.

Para expert (ahli) yang ahli dalam suatu bidang, misalnya pemasaran online, biasanya sudah memiliki audience/pengikut yang memang sedari awal sudah mengetahui kapabilitas/kompetensi dari expert tersebut. Keahlian ini diakui oleh audience/follower mereka dan bahkan sering memberikan rekomendasi ke teman/komunitas mereka. Sehingga daya tarik dari si expert akan semakin besar untuk mempengaruhi tindakan yang diambil oleh seseorang. Termasuk dalam hal melakukan pembelian produk.

Di bagian mana sebaiknya Testimoni diletakkan ?.

Nah, mengenai testimoni ini memang berbeda-beda antara satu landingpage dengan yang lainnya. Pada contoh di atas, testimoni tersebut diletakkan di awal-awal landingpage, yaitu bagian setelah Headline. Pada landing page lainnya, biasanya testimoni diletakkan pada bagian akhir-akhir landingpage. Yang lainnya, terkadang di tengah bagian landing page. Untuk yang lainnya malah tersebar, baik di awal maupun di akhir bagian. Pada dasarnya testimoni ini memang sebagai pemikat, sehingga pastikan di bagian mana mau anda letakkan agar landing page anda menjadi powerful.

Petunjuk Cara Pemakaian

Selanjutnya hal yang penting dari suatu landing page adalah adanya bagian yang menjelaskan mengenai petunjuk cara pemakaian dari produk yang ditawarkan. Semakin sederhana, maka akan semakin tinggi daya tariknya. Tidak ada orang yang ingin membeli produk yang memperumit hidupnya. Semua orang ingin dipermudah.

Itulah mengapa penting sekali untuk membuat desain yang atraktif di dalam landing page, sehingga selain informatif, bagaimana suatu petunjuk pemakaian menjadi hal yang tidak simple dan elegan. Cara pemakaian produk yang sederhana bisa menjadi nilai tambah dari suatu produk. Element ini harus anda masukkan dalam landing page karena akan menjadi keunggulan tersendiri yang menjadi daya tarik.

Contoh desain dari cara penggunaan produk

Gambar di atas adalah contoh bagaimana petunjuk cara penggunaan produk ditampilkan dengan elegan di dalam landing page. Seperti yang anda lihat, mulai element tersebut menggabungkan beberapa hal penting seperti Copywriting, penggunaan icon, desain dan tata letak. Intinya, bagaimana anda menginformasikan tentang cara penggunaan produk dengan cara yang memikat.

“Cukup 3 Langkah Mudah Aja…” copywriting ini benar-benar menekankan pada kesederhanaan. Landing page tersebut ingin pembacanya benar-benar sadar bahwa cara penggunaan dari produk (dalam contoh ini template) sedemikian sederhananya, sampai-sampai hanya memerlukan 3 langkah mudah. Siapa sih yang tidak ingin hidupnya mudah ??

Anda tentu bisa terapkan hal yang sama di landing page anda, namun tentunya anda harus benar-benar menyesuaikan dengan produk yang anda tawarkan di landingpage. Selalu jujur dengan audience anda. Jangan sampai nanti anda menginformasikan sederhana, namun ternyata praktik penggunaan produknya ternyata rumit.

Untuk selebihnya adalah seperti yang anda lihat pada gambar tersebut. Kata kuncinya bagaimana mempadupadankan semua element menjadi informatif dan menarik. Ketika di awal terdapat informasi bahwa hanya diperlukan 3 langkah mudah, maka di bagian bawah ditambahkan 3 gambar yang menjelaskan lebih detil dari masing-masing langkahnya. Jika dilihat, maka pemaparan dengan gambar tersebut tentunya terasa simple namun tetap informatif.

Design/Layout Produk

Selanjutnya, element penting lainnya dalam landing page adalah design/layout produk yang ditawarkan. Khususnya kalau berbicara produk digital sebagai salah satu produk yang populer di bisnis online, design/layout hampir selalu menjadi element yang tidak terpisahkan dari landing page.

Sebagai inti dari produk yang ditawarkan, element ini tentu juga harus dipertimbangkan dengan matang. Dari banyaknya landing page yang mungkin sering anda temukan di internet, anda mungkin sudah familiar dengan tampilan khas dari design produk digital – yang biasanya menampilkan Design Cover Box 3D. Design ini dapat dikatakan sebagai design yang berhasil karena tampilannya yang memang elegan yang layout-nya dibuat dalam bentuk 3 dimensi.

contoh penggunaan design produk di landing page
contoh tampilan design produk

Design Cover Box 3D hanyalah satu dari sekian banyak pilihan design yang bisa anda tampilkan di dalam landing page. Apabila produk anda adalah produk fisik tentu anda juga bisa menampilkan foto produk yang menarik yang bisa memikat calon pembeli.

Oleh karena dalam contoh ini produknya berupa landing page template, yang merupakan produk digital (bukan produk fisik), maka design berupa cover box di atas menjadi pilihan yang tepat. Pastikan di dalam design tersebut informasi tulisan di dalamnya dapat mudah dibaca oleh pengunjung, sehingga mereka memahami dengan baik produk yang nanti mereka beli.

Pada contoh di atas “Plugin Template Elementor Untuk Pebisnis Online” sudah memberikan gambaran yang jelas kepada calon pembeli bahwa produk yang ditawarkan kepada mereka itu bentuknya adalah plugin. Bagi seorang pebisnis online/digital marketer, tentunya mereka sangat paham apa itu plugin dan bagaimana cara menggunakannya. Mereka juga akan paham bahwa template yang nantinya akan mereka dapatkan adalah berbasis elementor.

Elementor sendiri merupakan salah satu plugin yang paling populer di dunia, yang memungkinkan penggunanya dpat membuat design website dengan mudah. Template berbasis elementor ini tentu akan sangat memudahkan penggunanya, mengingat hampir sebagian besar pemilik website sudah terbiasa menggunakan elementor sehari-harinya.

Selain itu, meletakkan informasi tambahan pada element pada contoh di atas “Berisi 50+ template yang siap anda gunakan dan akan mendapatkan update free update sampai 300+ template fresh” tepat di bagian bawah setelah cover box 3D, akan mempertegas produk yang akan diperoleh oleh pembeli. Mereka akan mengetahui berapa jumlah produk yang nantinya akan mereka dapatkan.

Live Preview Produk

Kalau kita membeli produk secara online, apa yang biasanya kita jadikan pertimbangan sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli produknya ?. Iya, betul Tampilan produk !. Kalau anda membeli baju secara online, anda akan memperhatikan dengan detil bagaimana tampilan baju itu. Penjual produk tahu betul kalau tampilan produk akan menjadi hal yang pasti anda jadikan pertimbangan. Oleh karena itu, penjual fashion secara online akan sedapat mungkin menyajikan yang terbaik agar display produk terlihat menarik dan benar-benar menggambarkan kondisi aslinya.

Hal yang sama berlaku untuk produk-produk lainnya. Karena pada artikel ini yang akan dijadikan contoh adalah template landing page, maka Live Preview dari template ini menjadi ujung tombak. Orang-orang yang tertarik membeli template landing page, pastinya akan mencari tahu seperti apa tampilan/display dari website mereka apabila mereka nantinya menggunakan template tersebut.

Live Preview Design Landing Page

Dengan menyajikan Live Preview, calon pembeli akan dapat melihat satu demi satu contoh tampilan website yang bisa mereka buat dengan menggunakan template landing page tersebut. Jadi bukan hanya sekedar cuplikan gambar, namun tampilan utuh dari design yang nantinya bisa mereka gunakan untuk membangun website.

Live Preview juga ditampilkan secara utuh dari semua unit produk yang anda akan jual. Dalam contoh ini, ketika produk template landing page menyediakan puluhan design template dari berbagai macam kategori, maka semua contoh tampilannya bisa dilihat dari Live Preview tersebut. Sehingga calon pembeli yang tertarik dengan design atau memerlukan kategori tertentu, dapat dengan leluasa mempertimbangkan keputusan pembelian setelah melihat Live Preview dari setiap design yang tersedia.

sumber referensi:

www.profesional.web.id

www.biznetgio.com

Leave a Comment

Tidak Punya Waktu Untuk Membuat Landing Page Anda Sendiri ?
Minta Bantuan 
close-image
Open chat
Halo Kak,

Ada yang bisa dibantu ?